Catatan Tagana Kokap

CATATAN  TAGANA KOKAP

 

 

Barak Pengungsian Kepoharjo  Dampak Dari  Merapi

 

Minggu, 31 Oktober 2010 pukul 01.00 dini hari sebagian pengungsi berduyun-duyun turun kebawah menjauh dari tempat Merapi yang sampai saat ini tidak tau mengapa banyak orang berduyun-duyun turun dengan mengendari sepeda motor seperti saat konvoi, membangunkan semua yang ada dibarak pengungsian Kepoharjo.

Minggu, 31 Oktober 2010Pukul 04.00 Ibu-ibu sudah terjaga terutama ibu-ibu relawan dari warga sekitar Merapi  yang tak kenal lelah menyiapkan makanan pagi untuk sarapan para pengungsi dan relawan yang ada di barak pengunsian Kepoharjo dekat Kali Adem Merapi. Walaupun dengan sisa-sisa tenaga ibu-ibu dengan semangat penuh Ikhlas bekerja. Tak terbayang oleh banyak Orang mereka bekerja 24 jam nonstop dari menyiapkan makan pagi, makan siang dan makan malam. Beratus-ratus pengungsi yang harus dilayani kebutauhan makanya.

Menyiapkan hidangan bukan suatu perkara yang sangat mudah mulai dari pemilihan menu waktu penyajian dan rasa juga menjadi sesuatu yang wajib diperhatikan oleh ibu-ibu juru masak. Untung Ibu-ibu ini hanya memasak sayur dan lauk pauk. Kenapa demikian? Ya karena nasi sudah ditangani oleh bapak-bapak TNI.

Barak pengungsian kini jadi ‘’waisata baru”  banyak orang berkunjung baik relawan ataupun donator sumbangan yana pasti juga ada yang cuma dating untuk melihat dari dekat sembari menanyaka kabar saudara yang mengungsi. Suasana yang mungkin akan mengagetkan begitu banyaknya  sepanduk baik dari organisasi masyarakat Partai Politik bahkan tempat iklan juga ada, tentunya dengan menyalurkan bantuanya. Yang lebih menarik lagi adalah liputan langsung dari televisi swasta yang disiarkan dengan langsung.

Ditengah bincangan masyarakat dan para relawan “relawan menolong ikhlas gak ya? Pemberi sumbangan Ikhlas gak ya?  Kok kebanyakan pemberi sumbangan mencantumkan label nama penyumbangnya, tidak cuma pemberi sumbangan relawan tenaga juga memakai kostum yang ada sesuai dengan organisasinya masing-masing”. Salah!  Harus tetap khusnudzon baik sangka. Menggunakan atribut organisasi atau lembaganya agar mudah berkoordinasi.  Semua orang tergerak hatinya saat melihat saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan.

Begitu hebatnya tradisi kita beratus-ratus orang bahkan ribuan datang berkunjung membawa bantuan untuk pengungsi. Berbagai kebutuhan pengungsi dan bantuan yang diberikan dengan bagai macam rupa dan modelnya nampaknya mulai terpenuhi sedikit demi sedikit kebutuhan pengungsi. Kalau dihitung jumlah dengan nominal bermilyar-milyar rupiah telah tersalurkan ke pengungsi. Jumlah yang sangat luar biasa. Namun bukan jumlah yang begitu spektakuler yang perlu diperhitungkan adalah keikhlasan kita. ( gak ikhlas jg gak papa asal banyak. Haha ! )

Sampai batas waktu yang belum di tentukan bantuan semua fihak sangat dibutuhkan untuk pengungsi dampak Merapi, termasuk juga tanggal kadaluarsanya.

Untuk para relawan coba tengok dapur umum. Banyak yang bisa dilakukan  Cuci peralatan makan,memasak, distribusi makanan yang sudah siap dan bayak sekali yang dapat dilakukan.

 

Satu Tanggapan

  1. jangan smpe hal itu terjadi lg,ckup sdh penderitaan ini..kita sadar bhwa manusia tempatnya salah & khilaf tp janganlan di jatuhi hukuman yg tdk setimpal dgn kemampuan…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: