MANUSIA DAN KEINDAHAN


MANUSIA DAN KEINDAHAN

 

  1. Pengertian Keindahan

 

Keindahan berasal dari kata indah berarti bagus, permai, cantik, molek dan sebagainya. Benda yang mangandung keindahan adalah segala hasil seni. Benda yang mempunyai sifat indah ialah hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, suara warna dan sebagainya. Kawasan keindahan bagi manusia sangatlah luas, sesuai dengan peradaban teknologi, social, budaya. Karena itu kapan, dimana dan siapa saja dapat menikmati keindahan.

Keindahan identik dengan kebenaran, keduanya mempunyai nilai yang sama: abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perorangan, waktu,tempat, selera mode, kedaerahan atau local.

 

  1. Apakah keindahan itu?

Munurut liang gie : keindahan dalam arti luas adalah mengandung gagasan tentang kebaikan, menurut plato : keindahan adalah watak yang indah dan hukum yang indah.,menurut aristoteles : keindahan adalah sesuatu yang baik dan menyenagkan.(1)

Sejak abad ke-18 pengartian keindahan ini telah digumuli oleh para filsuf. Keindahan dapat dibedakan sebagai suatu kwalitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Menurut luasnya keindahan dibedakan atas tiga pengertian

1.Keindahan dalam arti luas

Mengandung ide kebaikan , watak, hokum, pikiran, pendapat dan sebagainya, meliputi: keindahan seni, alam, moral dan intlektual.

2.Keindahan dalam arti estestik murni

Mencakup pengalaman estetik seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang diserapnya.

 

3.Keindahan dalam arti terbatas

Berupa keindahan bentuk dan warna.

 

 

Ciri-ciri keindahan menyangkut kwalitas hakiki dan segala benda yang mengandung kesatuan (unity), keseimbangan (balance), keselarasan (harmony), kesetangkupan (simetry) dan pertentangan (contrst). Dari cirri-ciri tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa keindahan tersusun dari keselarasan dan pertentangan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata.

Definisi keindahan sangat luas, karena itu dalam estetika modern orang lebih suka berbicara tentang seni dan estetika, karena hal itu merupakan gejala kongkrit yang dapat ditelaah dengan pengalaman secara empirik dan penguraian secara sistimatik.

  1. nilai estetik

Nilai estetik berarti kebenaran (worth)atau kebaikan (goodness). Nilai estetik sesuatu adalah semata-mata realita psikologik yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat pada jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri.

Nilai ini ada yang membedakan antara lain: nilai subyektif dan nilai obyektif, nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan. Penggolongan yang lebih penting  adalah: Nilai Ekstrinsik yaitu dipandang dari bendanya

Nilai Instrinsik yaitu dipandang dari isinya.(2)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

_______________

  1. 1. Ibid, hal 9-10

2.Makna Keindahan

Dilihat dari beberapa persepsi tentang keindahan (3) yaitu:

a. Keindahan adalah sesuatu yang mendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat (Tolstoy).

b.  Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sama lain,atau dengan keseluruhan itu sendiri, atau beauty is an order of parts in their marvel relations and in their relation to the whole (baumgarten).

c. Yang indah adalah yang baik

Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan-ciptaan yang  amoral tidak bias dikatakan indah karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral (sulzer)

  1. Keindahan tidak dapat terlepas sama sekali dari kebaikan (whichelmann)
  2. Yang indah adalah yang memiliki proporsi yang harmonis itu nyata, maka keindahan itu dapat disamakan dengan kebaikan. Jadi yang indah adalah nyata dan baik (shaftsbury).
  3. Yang indah adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang (hume).

Menurut Emmanuel kant, keindahan dapat dilihat dari 2 segi:

  1. Segi subyektif, yaitu sesuatu yang harus direnungkan atau disangkutpautkan dengan kegunaannya sudah mendapatkan rasa senang.
  2. Segi obyektif, yaitu berupa obyeknya.

 

 

 

 

 

 

 

___________________________________________________________________

  1. 3. dikutip dengan dua perubahan dari made sune, “manusia dan keindahan”dalam M. Habib Mustopo (ed), Manusia dan budaya, usaha nasional,Surabaya 1983 hal 112-114

 

 

Pengertian keindahan dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1.Berdasarkan pada titik pijak atau landaasannya, ada 2 pengertian yaitu:

  1. Bertumpu pada objek, yaitu keindahan yang memeng pada obyeknya.
  2. Bertumpu pada subyeknya yaitu yang melihat atau yang menghayatinya.

Disini keindahan diartikan sebagai segala sesuatu yang bisa menimbulkan rasa senang bagi penikmatnya.

2.Berdasarkan pada cukupannya

Yaitu dengan membedakan kwalitas abstrak dan keindahan sebagai sebuah benda yang memang indah. Misal: pada istilah beauty untuk keindahan pertama dan istilah beautiful untuk yang kedua, yang memeng indah.

  1. Berdasarkan luas-sempitnya

Keindahan dalam arti luas mencakup baik keindahan, seni, alam, moral atau bahkan intlektual. Keindahan dalam arti sempit hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap melalui penglihatan atau hanya berupa bentuk dan warna.

Dari apa yang dikemukakan diatas ada 2 hal:

  1. Keindahan menyangkut persoalan filsafat
  2. Keindahan sebagai pengertian mempunyai makna relative yaitu sangat tergantung pada subyeknya.

Untuk memperoleh pengertian yang jernih tentang keindahan adalah dengan mencoba menemukan cirri-ciri umum dari keindahan, baik yang ada pada semua benda ataupun semua kualita, atau dengan mengkaitkannya pada dunia seni dan pengalaman estetik bukan pengalaman abstrak, melainkan gejala konkrit yang dapat ditelaah dengan pengamatan secara empiric ataupun melalui penguraian yang sistimatik.

 

3. Renungan

Artinya  dengan diam-diam memikirkan sesuatu dan hasilnya berupa renungan. Setiap kegiatan untuk merenungkan atau mengevaluasi segenap pengetahuan yang telah dimiliki dapat disebut berfilsafat. Tidak semua orang dapat berfilsafat karena kefilsafatan mendasarkan diri pada penalaran. Penalaran adalah proses berfikir yang logic dan analitik logic adalah kegiatan berpikir dengan pola piker secara luas. Analisis adalah kegiatan kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu, pengetahuan yang diperoleh disebut pengetahuan tidak langsung.

Pemikiran kefilsafatan mempunyai 3 ciri yaitu:

  1. Menyeluruh artinya pemikiran yang luas.
  2. Mendasar, artinya pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental (keluar gejala), sehingga dapat dijadikan dasar berpijak bagi segenap bidang keilmuan.
  3. Spekulatif, artinya hasil pemikiran yang didapat dijadikan dasar untuk pemikiran-pemikiran selanjutnya.

Setiap hasil seni lahir dari hasil renungan, tanpa direnungkan hasil seni tidak akan mencapai keindahan. Renungan atau pemikiran yang berhubungan dengan keindahan atau penciptaan keindahan didasarkan atas 3 macam teori:

  1. Teori pengungkapan, yaitu seni adalah pengungkapan kesan-kesan (oleh Benedeto grace).
  2. Teori metafisika yaitu mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita Illahi itu, karena seni yang dibuat manusia hanyalah merupakan nimimis (tiruan) dari realita dunia.
  3. Teori psikologis dinyatakan bahwa sadar dari seorang seniman.

Menurut Schiller bahwa asal mula seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse).

Dalam proses  merenung untuk menciptakan seni jiwa seniman diliputi rasa ragu-ragu,takut, ketidaktentuan, misterius (negative capability). Seniman yang tidak memiliki kemampuan negative tidak mamapu menciptakan keindahan. Kemampuan negative disini identik dengan proses mencari keindahan. Untuk mengatasi ketakutan ialah berkuasanya hal-hal yang meledakan imajinasi dan imajinasilah yang membentuk keindahan.

 

  1. 4. Keserasian

Keserasian berasal dari kata serasi berarti cocok, sesuai atau kena benar. Mengandung unsur pengertian perpaduan, ukuran dan seimbang, contoh keserasian missal dalam berpakaian, memadu rumah dan halaman,nada sebuah lagu.

Karena keindahan itu pada dasarnya adalah sejumlah pokok atau kualita tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kualita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan pertentangan (contras). Keserasian identik dengan keindahan. D alam seni terdapat 6 asas :

  1. Asas kesatuan total
  2. Tema
  3. Tema variasi
  4. Keseimbangan
  5. Perkembangan
  6. Tata jenjang

Keserasian tidak ada hubungannya dengan kemewahan, karena keserasian merupakan perpaduan antara warna, bentuk dan ukuran atau pertentangan antara nada tinggi-rendah, keras-lembut dan panjang-pendek.

 

  1. 5. Kehalusan

Kehalusan dari kata halus berarti sifat-sifat yang halus, kesopanan dan atau keadaban. Halus bagi manusia adalah berupa sikap halus yaitu sikap lembut menghadapi orang baik dalam pergaulan masyarakat kecil maupun luas. Sebagaimana lawannya adalah sikap kasar/emosi, sombong, sikap kaku, sikap orang yang sedang bermusuhan.

Sikap halus dan lembut dimiliki oleh orang yang rendah hati, merupakan gambaran hati yang tulus serta cinta kasih terhadap sesame. Kehalusan, kelembutan ataupun kekasaran yang menilai adalah orang lain, sedang yang dinilai ialah gerak laku, roman muka, tutur bahasa dan sebagainya.

Bagian yang melahirkan kehalussan ada dua macam:

1.Bagian jasmani yaitu: kaki, tangan, kepala, mulut, bibir, mata dan bahu.

2.bagian rohaniah yaitu: kemauan, perasaan dan pikiran atau karsarasa dan cipta.

Cipta, rasa dan karsa itu membuat orang bergerak, karena itu disebut “Trias Dinamika”.

Hasil seni sangat berpengaruh terhadap jiwa dan perbuatan manusia, karena seni mereka bias menangis, tentram, bahagia, melenggang-lenggang dan sebagainya. Bagi orang tua yang menginginkan anaknya berparasaan halus, dianjurkan untuk selalu diputarkan lagu-lagu klasik.(4)

 

4)Ibid hal 38

Karya seni adalah hasil ciptaan manusia yang mempunyai nilai-nilai indrawi, nilai bentuk, nilai pengetahuan, ide, tema dan dalil-dalil keadilan. Nilai-nilai tersebut terwujud dalam bentuk lahir yang dapat dinikmati oleh indra kita (mata, telinga) sehingga memuaskan hati kita.

 

  1. 6. Manusia dan Keindahan

Kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi, sedang pada hewan bersumber pada nurani. Sesuai dengan sifat hidup yang menjasmani dan merohani maka kehendak atau keinginan manusia jumlahnya tak terbatas, tapi jika dilihat dari tujuannya, yakni untuk meaciptakan kehidupan yang menyenangkan yang memuaskan hati. Yaitu yang baik dan yang indah. Melalui suasana keindahan itu perasaan “(ke) manusia (annya)” tidak terganggu.

Keindahan yang muncul dari akal dan budi dapatlah disebut keindahan dalam arti yang sebenarnya, sedangkan keindahan yang muncul dari dorongan nafsu merupakan keindahan semu.

Perbedaan antara keindahan obyektif dan subyektif

Keindahan obyektif

– Terdapat pada suatu benda atau barang

– Sifatnya abadi dan universal, selama belum berubah dari semula

– Tidak bergantung pada asas kegunaan (manfaat) lahiriah atau yang bersifat material.

Keindahan subyektif

– Sangat bergantung pada selera perorangan, sangat relatif

– Bersumber dari asas kegunaan benda bagi masing-masing individu.

Menurut John Kets keindahan obyektif disamakan dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Supaya orang tidak terjerumus ked ala “keindahan semu” maka orang itu harus selalu mempertemukan keindahan subyektif dan obyektif. Seseorang berkepribadian mulia, bila orang tersebut memiliki  rasa keindahan dan minatnya terhadap keindahan cenderung kepada keindahan obyektif. Orang yang seperti itu akan baik perilakunya seperti sabda Nabi Muhammad SAW.: “Dalam tubuh manusia itu terdapat segumpal daging, manakala daging itu baik, maka akan baiklah jasad manusia itu seluruhnya. Tetapi manakala segumpal daging itu tidak baik, maka akan menjadi tidak baiklah jasad manusia itu seluruhnya. Segumpal daging daging yang dimaksud adalah hati”.

Cara mengusahakan supaya rasa keindahan itu cenderung pada keindahan obyektif yasitu dengan melatih mendengarkan “bisikan” akal dan budi dan berbuat sesuatu yang sesuai dengan bisikan akal dan budi tersebut. Karena pada akal dan budilah letak “kemanusiaan”. Manusia yang tidak senang akan kebaikan, keindahan dan kebenaran serta tidak berusaha menciptakannya, orang itu sudah kehilangan predikat manusia lagi.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: