1. RESUME BUKU Drs. Atang Abdul Hakim,MA Dr.Jaih Mubarok

BAB 1

ISLAM DAN AGAMA-AGAMA

 

  1. ISLAM DAN AGAMA-AGAMA LAINNYA

 

Dalam perkembangannya, agama menjadi semacam himpunan doktrin,ajaran serta hokum-hukum yang baku yang telah diyakini sebagai kodifikasi perintah Tuhan untuk manusia.ini melalui proses sistematisasi dan semangat agama yang kemudian hadir sebagai firman Tuhan melalui kitab suci. Kebenaran ada dua macam, yaitu: pertama kebenaran filosofis,yaitu pencapaian kebenaran dalam setiap agama adalah satu (Realitas tertinggi).Kedua kebenaran sosiologis yaitu setiap individu menganggap agama merka sendirilah yang paling benar. Atas dasar kedua kebenaran tersebut, sebaiknya Realitas tertinggi dijadikan sebagai patokan.

Berikutnya akan dijelaskan mengenai tipologi sikap keberagamaan:

  1. Eksklusifisme

Eksklusivisme melahirkan pandangan bahwa ajaran yang paling benar hanyalah agam yang dipeluknya.paham ini menganggap ajaran agama sesat dan wajib dikikis, atau pemeluknya dikonversi karena,baik agama maupun pemeluknya, dinilai terkutuk dalam  pandangan Tuhan.

  1. Inklusivisme

berpandangan diluar agama yang dipeluknya juga terdapat kebenaran meskipun tidak seutuhdan sesempurna agama yang dianutnya.

  1. Pluraliarisme

berpandangan bahwa secara teologiis,pluralitas agama dipandang sebagai suatu realitas    niscaya yang  masing-masing berdiri sejajar sehingga semangat misionaris atau dakwah dianggap tidak relevan.

  1. Universalisme

beranggapan bahwa pada dasarnya semua agama adalah satu dan sama, hanya karena factor histories-antropologis agama kemudian tampil dalam format plural.

 

  1. SIGNIFIKASI STUDI ISLAM

Dari segi ttingkatan kebudayaan, agama merupakan universal culture. Salah satu prinsip teori fungsional menyatakan bahwa segala sesuatu yang tidak berfungsi akan lenyap dengan sendirinya. Karena sejak dulu hingga sekarang agama dengan tangguh menyatakan ekstensinya,berarti ia mempunyai dan memerankan sejumlah peran dan fungsi di dalam masyarakat. Oleh karena itu,secara umum studi islam menjadi penting karena agama,termasuk islam memerankan sejumlah peran dan fungsi di masyarakat.

Situasi keberagamaan di Indonesia cenderung menampilkan kondisi keberagamaan yang legalistic-formalistik,sehingga muncul formalisme keag amaan yang lebih mementingkan  bentuk dari pada isi. Kondisi seperti itu menyebabkan agama kurangdipahami sebagai seperangkap paradigma moral dan etika yang bertujuan membebaskan manusia dari kebodohan,keterbelakangan dan kemiskinan,malah cenderung individualistic yang menyebabkan munculnya sikap kontra produktiv.Oleh karena itu signikasi studi islam di Indonesia adalah mengubah pemahaman dan penhayatan keislaman masyarakat muslim Indonesia secara kusus dan masyarakat beragama pada umumnya. Adapun perubahan yang diharapkan adalah format-format formalisme keagamaan islam diubah menjadi format agam yang substansif. Disamping itu study islam diharapkan dapat melahirkan suatu komunitas yang mampu melakukan perbaikan secara intern dan ekstern.

 

  1. PERTUMBUHAN STUDY ISLAM DI DUNIA

Pada awalnya, studi islam dilaksanakan di masjid-masjid. Pusat-pusat studi islam klasik adalah di Mekah,Madinah,Basrah,Kufah,Damaskus,dan Palestina.Pada zaman kejayaan islam, studi islam dilakukan di beberapa tempat,seperti di Kairo,Kordova (Spanyol),dan dipusatkan di Baghdad. Studi islam sekarang ini berkembang hamper di seluruh Negara di dunia,baik di Negara-negara islam sendiri maupun di Negara-negara non islam.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: