MAKALAH DO’A

DO’A

Oleh : Burhanudin

Bab I

Pendahuluan

Latar Belakang Masalah

            Dalam kehidupan modern saat ini, selalu saja ada satu waktu dimana manusia merasa tidak mengerti, tidak tahu serta tidak mampu mengatasi permasalahan kehidupan yang dihadapinya. Bahkan, orang yang mengedepankan rasional atau  seorang yang sudah berhasil menempuh pendidikan jenjang tertinggi sekalipun suatu saat mengalami kondisi saat dirinya tidak tahu dan tidak mampu (jawa: menthok).

Ketika seseorang merasa tidak tahu dan tidak mampu untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya, maka ia akan membutuhkan kekuatan dari luar dirinya yang diyakini akan bisa membantu mengatasi permasalahannya. Kekuatan dari luar mungkin bisa Sang Pencipta atau hal-hal lain yang dianggap mampu dan diyakini mampu membantu mengatasi permasalahan.

Sebagai Insan yang beriman tentu saja dalam mangatasi problematika kehidupan selalu disandarkan pada kekuatan Tuhan, tidak dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan Agama. Apalagi sebagai umat islam dituntunkan untuk meminta pertolangan hanya kepadanya.

Artinya :  Hanya Engkaulah yang Kami sembah dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan. QS.Al Faatihah ayat ;5

Salah satu ekspresi seorang dalam meminta pertolangan kepada Allah dengan melalui Do’a yang dipanjatkan dengan tulus ikhlas dan dengan keyakinan penuh akan terkabulnya.

Do’a merupakan harapan munculnya kekuatan dari Tuhan agar bisa memecahkan permasalahan, Do’a juga sebagai sugesti sesorang agar mampu mengatasi berbagai permasalahan hidup yang diahadapi.[i]

Bab II

 Pembahasan

Sejarah Do’a

            Do’a telah dikenal sejak petamakali diciptakan manusia yaitu Nabi Adam. Dalam Kitab “Khazinatul Asrar” diterangkan sesudah Nabi Adam diciptakan dan ditiupkan ruh, beliau berDo’a kepada Allah “ Wahai Tuhanku, tunjukilah daku jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yag telah Engkau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat” yang terkandung dalam Surat Al Faatihah[ii]. Mulai saat itu Do’a digunakan oleh para Nabi dan  sebagian umatnya, mereka senantiasa memohon pertolongan kepada Allah dengan memanjatkan Do’a kepadaNya.

Mengapa manusia Harus berDo’a?

            Ada beberapa alasan kenapa  manusia harus berDo’a,

Pertama karena panggilan jiwa, sedang mendapat kesulitan yang belum ada jalan keluarnya.

Artinya : Dan apabila manusia disentuh oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali bertaubat kepada-Nya, kemudian apabila Tuhan merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat dari pada-Nya, tiba-tiba sebagian dari mereka mempersekutukan Tuhannya. QS. Ar Rum : 33.

Kedua karena Do’a sebagai ibadah manusia kapada Allah SWT.

Artinya : Dan Tuhanmu berfirman: “BerDo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”. QS.Al Mukmin : 60.

Ketiga, karena manusia diciptakan dalam keadaan lemah, sesuai dalam Al Qur’an QS An Nisa Ayat : 28

Artinya : Allah hendak memberikan keringanan kepadamu,  dan manusia dijadikan bersifat lemah.

Pengertian Do’a

            Menurut bahasa Do’a berasal dari Bahasa Arab الدعاء yang merupakan bentuk masdar dari mufrad داعى yang memiliki bermacam-macam arti. Dalam kamus Bahasa Arab di bawah judul huruf د, ع, و disebutkan sebagai berikut:

1. داعى, يدعو, دعوة artinya menyeru, memanggil.

2. داعي, يدعو, دعاء artinya memanggil, menDo’a, memohon, meminta.

3. Dalam bentuk jama’nya ادعية artinya Do’a, permohonan, permintaan.

4. دعاء له artinya menDo’akan kebaikan kepadanya.

5. دعاء عليه artinya menDo’akan keburukan atau kejahatan kepadanya.

6. داع artinya orang yang memanggil, orang yang menyeru, orang yang memohon.

7. Dan الدعاء adalah bentuk masdarnya, yang pada umumnya diartikan sebagai suatu keinginan yang besar kepada Allah SWT dan pujian kepadaNya.

Sedang menurut istilah Do’a berarti memohon kepada Allah SWT secara langsung untuk memperoleh karunia dan segala yang diridhoiNya dan untuk menjauhkan diri dari kejahatan atau bencana yang tidak dikehendakinya.

Do’a juga dapat diartikan permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan[iii]

 

Dasar Hukum

Menurut ajaran Islam, berDo’a termasuk salah satu ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT. Yang menjadi dasar adalah :

  1. Al-Quran Surat AL-Bakoroh ayat :186

Artinya : Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berDo’a apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

  1. AL_Quran Surat AL Mukmin(40):60

Artinya : …..BerDo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu…….

  1. Dari Nu’man Ibnu Basyir Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Do’a adalah ibadah.” Riwayat Imam Empat. Hadits shahih menurut Tirmidzi[iv].
  2.  Barangsiapa tidak (pernah) berdo’a kepada Allah maka Allah murka kepadanya. (HR. Ahmad)[v]

Syarat-syarat berDo’a

Syarat-syarat  agar terkabul  Do’anya

  1. Beriman dan memenuhi kewajiban kepada Alloh SWT(QS.AL-Baqarah:186)
  2. Memperbanyak Istghfar (mohon ampun) kepada Allah SWT sebelum berdo’a (QS.Nuh:10-12)

Artinya :

10. Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,11. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,12. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.

  1. Yakin bahwa do’a yang diucapkan itu akan dikabulkan Alloh SWT(QS.AL Mukmin:60)
  2. Berdo’a disertai dengan usaha (QS.AL-Ra’du:11)

Artinya :  Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

  1. Menolong orang lain yang membutuhkan.

Barangsiapa ingin agar do’anya terkabul dan kesulitan-kesulitannya teratasi hendaklah dia menolong orang yang dalam kesempitan. (HR. Ahmad)[vi]

 

Waktu Yang makbul Untuk BerDo’a

Waktu yang makbul untuk berdo’a

    1. Pada hari jum’at.(HR.At-Tis’ah dengan lafadz Al-Bukhori;dan HR.Muslim dan Abu Daud dengan lafadz dari Muslim)
    2. Waktu berpuasa.(HR.At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
    3. Waktu sepertiga malam terakhir. Rasulullah Saw ditanya, “Pada waktu apa Do’a (manusia) lebih didengar (oleh Allah)?” Lalu Rasulullah Saw menjawab, “Pada tengah malam dan pada akhir tiap shalat fardhu (sebelum salam).” (Mashabih Assunnah)[vii]
    4. Waktu antara adzan dan iqomat.

Dari Anas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Do’a antara adzan dan qomat tidak akan ditolak.” Riwayat Nasa’i dan selainnya. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban[viii]

    1. Waktu sujud.(HR.Muslim,An-Nasa;i.Abu Daud,dan Ahmad,dengan lafadz dari Muslim)

Adab Berdo’a

    1. Mangangkat tangan ketika berdo’a. Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Murah hati. Allah malu bila ada hambaNya yang menengadahkan tangan (memohon kepada-Nya) lalu dibiarkannya kosong dan kecewa. (HR. Al Hakim)[ix] (HR.Ibnu Majah)
    2. Memulai dengan memuji Alloh SWT dan bershalawat atas nabi Muhammad SAW serta menutup dengan Hamdallah.(HR.Ashabud sunan dengan lafadz dari Abu Daud)
    3. Berdo’a dengan tadharru’ (merendahkan diri) dan suara perlahan.(QS.Al-A’rof:55)
    4. Menutup dengan hamdallah.(QS.Yunus :10)

Orang-orang yang makbul Do’anya

Ada tiga orang yang tidak ditolak Do’a mereka: (1) Orang yang berpuasa sampai dia berbuka; (2) Seorang penguasa yang adil; (3) Dan Do’a orang yang dizalimi (teraniaya). Do’a mereka diangkat oleh Allah ke atas awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Allah bertitah, “Demi keperkasaanKu, Aku akan memenangkanmu (menolongmu) meskipun tidak segera.” (HR. Tirmidzi)[x]

Tiga macam Do’a dikabulkan tanpa diragukan lagi, yaitu Do’a orang yang dizalimi, Do’a kedua orang tua, dan Do’a seorang musafir (yang berpergian untuk maksud dan tujuan baik). (HR. Ahmad dan Abu Dawud)[xi]

Cara Alloh SWT mengabulkan Do’a

Setiap do’a pasti akan dikabulkan tetapi Allah mempunyai beberapa cara mengabulkanya, baik secara langsung maupun ditangguhkan/ ditunda.

Tiada seorang berdo’a kepada Allah dengan suatu Do’a, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa. (HR. Ath-Thabrani)[xii]

Lafadz-lafadz Do’a

Pada prinsipnya lafadz-lafadz do’a yang dapat dan baik digunakan untuk berdo’a adalah do’a yang terdapat dalam Al-Quran dan Sunnah Maqbukllah (Shahihah). Ini berkaitan do’a sebagai salah satu ibadah,kecuali untuk do’a-do’a tertentu yang memang tidak di temukan dalam Al-Quran dan Sunnah maqbullah , maka boleh menggunakan lafadz dan bahasa yang lain.

Bab III

Kesimpulan

Do’a adalah otaknya (sumsum / inti nya) ibadah. (HR. Tirmidzi) selain itu
Do’a adalah senjata seorang mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi. (HR. Abu Ya’la)[xiii].

Pengembalian diri seseorang hanyalah kepada Sang Pencipta Allah SWT dengan melakukan ibadah,karena do’a termasuk ibadah maka dapat dipanjatkan tatkala tidak dalam menghadapi permasalahan yang rumit.

Penutup

Ketika seseorang merasa tidak tahu dan tidak mampu untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya, maka ia akan membutuhkan kekuatan dari luar dirinya yang diyakini akan bisa membantu mengatasi permasalahannya. Kekuatan dari luar mungkin bisa Sang Pencipta atau hal-hal lain yang dianggap mampu dan diyakini mampu membantu mengatasi permasalahan.

Sebagai Insan yang beriman tentu saja dalam mangatasi problematika kehidupan selalu disandarkan pada kekuatan Tuhan, tidak dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan Agama. Apalagi sebagai umat islam dituntunkan untuk meminta pertolangan hanya kepada-Nya.

Segala puji Hanya milik Allah, Tuhan semesta Alam

Daftar Pustaka

Al Qur’an Digital Versi 2.1

Haditsweb 4.0-kumpulan dan refrensi Belajar Hadits

Dani Hidayat:  putaka_alhidayah@yahoo.co.id Bulughul Maram versi 2.0 1429 H/ 2008 M

M.Arief Hakim, Do’a-Do’a Terpilih, Marja 2004

 

Ust Labib MZ-Ust M. Ridlo’ie, Menabur Do’a Menuai Bahagia, Karya Utama 2007

Muhammad Makhdlori, Dahsyatnya Do’a-Do’a dan dzikir-dzikir Khusus Penarik Rezeki, garailmu 2009

http://media-islam.or.id


[i] Do’a-Do’a Terpilih, M.Arief Hakim, Marja hal : 8

[ii] Menabur Do’a Menuai Bahagia,Ust Labib MZ-Ust M. Ridlo’ie, Karya Utama Hal : 12

[iv] Bulughul Maram versi 2.0 1429 H/ 2008 M oleh : Dani Hidayat:  putaka_ alhidayah@yahoo.co.id hadits no: 1577

[v] Haditsweb 4.0-kumpulan dan refrensi Belajar Hadits

[vi] Haditsweb 4.0-kumpulan dan refrensi Belajar Hadits

[vii] Haditsweb 4.0-kumpulan dan refrensi Belajar Hadits

[viii] Bulughul Maram versi 2.0 1429 H/ 2008 M oleh : Dani Hidayat:  putaka_ alhidayah@yahoo.co.id hadits no: 1580

[ix] Haditsweb 4.0-kumpulan dan refrensi Belajar Hadits

[x] Haditsweb 4.0-kumpulan dan refrensi Belajar Hadits

[xi] Haditsweb 4.0-kumpulan dan refrensi Belajar Hadits

[xii] Haditsweb 4.0-kumpulan dan refrensi Belajar Hadits

[xiii] Haditsweb 4.0-kumpulan dan refrensi Belajar Hadits

4 Tanggapan

  1. saya copy materinya

  2. Yups…! Dengan senang hati semoga lebih bermanfaat…

  3. melu moco mas brow. wingi ra kebagean mklh

  4. Ya.. Monggo-monggo… Pun lajengaken. Suwon pon kerso mampir

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: