Durian

Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah “raja dari segala buah” (King of Fruit), dan durian adalah buah yang kontroversial. Meskipun banyak yang menyukainya, sebagian yang lain muak dengan aromanya.[1]

Durian terutama dipelihara orang untuk buahnya, yang umumnya dimakan (arilus atau salut bijinya) dalam keadaan segar. Salut biji ini umumnya manis dan sangat bergizi karena mengandung banyak karbohidrat, lemak, protein, dan mineral.[2] Buah durian memiliki manfaat mineral alamiah yang mudah dicerna oleh tubuh kita. Durian juga mengandung fosfor dan zat besi yang 10 kali lebih banyak dari buah pisang (mas, ambon, dan beranga). Tapi karena kandungan mineralnya yang tinggi, terutama kalsium dan zat besi, durian dapat menjadi penyebab masalah pada pergerakan usus besar. Bagi yang memiliki riwayat darah tinggi, disarankan untuk tidak mengkonsumsi buah ini bersama dengan alkohol karena dapat menyebabkan stroke. Selain itu, disarankan untuk banyak minum air putih sebelum dan sesudah makan durian untuk menghindari dehidrasi.[3]

Setiap 100 g salut biji mengandung 67 g air, 28,3 g karbohidrat, 2,5 g lemak, 2,5 g protein, 1,4 g serat; serta memiliki nilai energi sebesar 520 kJ. Durian juga banyak mengandung vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C; serta kalium, kalsium dan fosfor.[4]

Memilih buah durian ketika membeli sangat penting terlebih  durian yang akan dibawa pulang atau tidak dimakan ditempat, berikut beberapa tips memilih buah durian :

  1. Apabila menghendaki menikmati durian ditempat penjual cukup meminta garansi atas rasa serta kondisinya ( busuk atau tidaknya ).
  2. Mencium bau durian sebelum membeli. Pilih buah durian yang harum khas durian, rata-rata buah durian yang segar dan sudah matang dapat di tandai dengan baunya yang harum.
  3. Pilih durian yag masih segar. Dengan melihat warna duri dan tangkainya. Biasanya durian yang tercium harum dan masih segar adalah durian yang jatuh dengan sendirinya karena sudah masak di pohon.
  4. Jika menghendaki buah durian yang kering dan matang biasa buah durian di gonjangkan (kocak-kocak-jawa) untuk didengarkan suaranya, bila berbunyi berarti sudah tua dan matang, diperlukan kehati-hatian agar duri tidak menggores tangan.
  5. Pilih buah durian yang besar dan cenderung bulat atau tampak penuh isinya, karena kulit menggambarkan dari isi didalamnya.
  6. Perhatikan apakah ada noda atau lubang tampak pembusukan pada buah durian. Ini dikhawatirkan durian tersebut terserang alat sehingga isinyapun busuk. Jikalau terpaksanya memilh bauh tersebut pilihlah yang kering jangan basah. Biasa yang kering busuk buahnya  tidak menyebar hanya beberapa bagian saja.


[2] Verheij, E.W.M. dan R.E. Coronel (eds.). 1997. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: Buah-buahan yang dapat dimakan. PROSEA – Gramedia. Jakarta. Hal. 192-198.

[4] Verheij, E.W.M. dan R.E. Coronel (eds.). 1997. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: Buah-buahan yang dapat dimakan. PROSEA – Gramedia. Jakarta. Hal. 192-198.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: