Biasiswa Keperawanan

Ada-ada saja ide Pememerintah Kota Bo, Sierra Leone, negara bagian Afrika. Dengan alasan mencegah kehamilan pada usia muda, mereka meluncurkan beasiswa khusus bagi mahasiswi perawan. Beasiswa diberikan sampai lulus atau maksimal lima tahun. Demikian dilansir Kantor Berita AFP, baru-baru ini. Pemerintah kota terbesar di negara itu berharap, bisa menjamin “setidaknya 80% mahasiswi bisa menjaga kegadisannya sampai mereka menyelesaikan masa studi,” sebagaimana diungkap Ketua Dewan Kota Bo, Matthew Margao. Dewan Kota memutuskan skema itu sebagai cara untuk mengurangi kehamilan pada usia dini sekaligus mengampanyekan agar kaum perempuan mendapat pendidikan tinggi. Margao berharap kota-kota lain juga mengikuti kebijakan pemerintah kotanya. Petugas kesehatan perempuan akan ditugaskan untuk memeriksa keperawanan para penerima beasiswa secara berkala. Sejumlah orangtua menyatakan keraguan mereka terhadap “beasiswa perawan” itu. Aminata Lahai, seorang ibu, mengatakan, “Saya tidak sampai hati membiarkan anak perempuan saya diperiksa keperawanannya demi beasiswa. Apa tidak ada cara lain untuk melakukannya? Ini bukan inisiatif pertama yang dilakukan Pemerintah Sierra Leone untuk meredam angka kehamilan remaja. Menurut data Unicef, negara itu termasuk salah satu negara dengan angka kehamilan remaja tertinggi di dunia. Kehamilan remaja merupakan salah satu penyebab utama hanya 15% perempuan Sierra Leone berhasil menyelesaikan pendidikan menengah, menurut data Unicef pada 2009. Beasiswa perawan bukan kehebohan pertama di Sierra Leon. Beberapa tahun lalu, skema beasiswa serpa diterapkan di Distrik Koinadugu. Namun, kebijakan itu dibatalkan setelah mendapat tentangan dari masyarakat. Negara di Afrika itu memang kewalahan menangangi seks bebas di negaranya. Berdasar statistik, sebanyak 15% gadis di negara itu telah mengandung pada usia 15 tahun. Perdagangan berlian juga meningkatkan risiko mewabahnya penyakit AIDS. Namun tetap saja, beasiswa ini
menjadi kontroversi. Bagaimana kalau beasiswa ini diterapkan di Indonesia? (Harsem).
obyektif.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: